Kebanyakan kamus bilang wait dan await sama. Sama-sama menunggu. Bisa tukar pakai.
Tidak.
Wait adalah kata kerja sehari-hari. Await adalah kata kerja formal yang tidak bisa berdiri sendiri. Bedanya bukan cuma satu huruf. Bedanya mengubah struktur kalimat Anda.
Satu kalimat bisa salah total hanya karena Anda pakai await tanpa objek. Atau pakai wait dengan objek langsung.
Mari bedah.
Wait: Kata Kerja Intransitif (Butuh Preposisi)
Wait adalah kata kerja intransitif. Artinya: tidak bisa langsung diikuti objek. Harus pakai preposisi for jika Anda ingin menyebut apa yang ditunggu.
Rumus: wait + (for) + objek
Contoh:
- I am waiting. (Saya menunggu – tanpa objek, berdiri sendiri)
- I am waiting for the bus. (Saya menunggu bus – pakai for)
- She waited for two hours. (Dia menunggu dua jam – for untuk durasi, bukan objek. Ini for yang berbeda)
- Please wait for me. (Tolong tunggu saya)
Jangan pernah tulis:
- I am waiting the bus. (SALAH)
- She waited the doctor. (SALAH)
Wait juga bisa diikuti to + infinitive:
- I am waiting to hear the results. (Saya menunggu untuk mendengar hasilnya)
Dan wait bisa diikuti on dalam konteks tertentu (melayani):
- The waiter is waiting on that table. (Pelayan melayani meja itu)
Tapi untuk “menunggu sesuatu/seseorang”, gunakan wait for.
Await: Kata Kerja Transitif (Langsung Diikuti Objek)
Await adalah kata kerja transitif. Artinya: langsung diikuti objek tanpa preposisi. Tidak butuh for.
Rumus: await + objek
Contoh:
- I await your response. (Saya menunggu tanggapan Anda – formal, tanpa for)
- The prisoner awaits his trial. (Tahanan menunggu persidangannya)
- A surprise awaits you at the office. (Kejutan menunggu Anda di kantor)
Perhatikan: await butuh objek. Anda tidak bisa bilang:
- I am awaiting. (SALAH – menggantung, tanpa objek)
- Please await. (SALAH – tidak jelas menunggu apa)
Await juga bisa berarti “menanti di masa depan” (sesuatu yang akan terjadi):
- Many challenges await us. (Banyak tantangan menanti kita)
Perbedaan Inti dalam Tabel
| Aspek | Wait | Await |
|---|---|---|
| Jenis kata kerja | Intransitif | Transitif |
| Butuh preposisi? | Ya (for) sebelum objek | Tidak |
| Bisa berdiri sendiri? | Ya (I am waiting) | Tidak (harus ada objek) |
| Formalitas | Netral, sehari-hari | Formal, sastra, resmi |
| Objek umum | orang, bus, hasil, kabar | keputusan, persidangan, tanggapan, kesempatan |
| Contoh benar | Wait for me | Await my decision |
| Contoh salah | Wait me | I am awaiting (tanpa objek) |
Kesalahan Umum
1. Wait + objek langsung (tanpa for)
Salah: I will wait you at the station.
Benar: I will wait for you at the station.
2. Await + for (kelebihan preposisi)
Salah: I await for your reply.
Benar: I await your reply.
3. Await tanpa objek
Salah: We are awaiting.
Benar: We are waiting. (atau We are awaiting your decision dengan objek)
4. Wait dalam surat formal padahal seharusnya await
Kurang tepat: I wait your response. (salah karena wait butuh for)
Lebih baik: I await your response. (formal, langsung)
5. Await dalam percakapan santai
Terlalu formal: I await you at the cafe. (terdengar seperti Anda sedang menulis surat cinta era Victoria)
Natural: I’ll wait for you at the cafe.
Kapan Pakai Wait vs Await?
Pakai wait jika:
- Percakapan sehari-hari dengan teman, keluarga, rekan
- Kalimat tidak punya objek (I am waiting)
- Ada for diikuti orang atau benda
- Nada santai, tulisan informal
Pakai await jika:
- Surat formal, email bisnis, dokumen resmi
- Ada objek langsung (keputusan, tanggapan, persetujuan)
- Nada sastra, pidato, atau tulisan serius
- Berarti “menanti” dalam konteks peristiwa masa depan
Contoh dalam Konteks
Email Formal
Kurang formal:
Thank you for your application. We wait your documents.
Lebih profesional:
Thank you for your application. We await your documents.
Atau:
Thank you for your application. We are waiting for your documents. (Masih profesional, lebih sopan)
Surat Bisnis
We await your confirmation before proceeding with the order.
Jangan tulis:
We wait your confirmation… (salah tata bahasa)
Di Restoran (Percakapan)
I’ll wait for you outside.
Jangan tulis:
I’ll await you outside. (terlalu formal, terdengar aneh)
Berita atau Laporan
The suspect awaits trial in detention. (formal, tepat)
Novel atau Puisi
She awaited his return with trembling hands.
Await vs Wait for: Mana yang Lebih Umum?
Dalam bahasa Inggris modern, wait for jauh lebih umum daripada await. Penutur asli menggunakan wait for dalam 95% percakapan dan tulisan informal.
Await hanya muncul di:
- Surat resmi
- Dokumen hukum
- Berita
- Sastra
- Email bisnis yang sangat formal
Jika Anda ragu, pakai wait for. Anda tidak akan salah secara tata bahasa. Tapi jika Anda menulis surat lamaran atau email ke klien asing, await memberi kesan profesional.
Frasa Penting dengan Await
Beberapa frasa tetap yang sering pakai await:
- Awaiting your reply (formal, di akhir email)
- Awaiting further instructions (menunggu instruksi lanjutan)
- The results await you (hasil menanti Anda – promosi, sastra)
- Await trial (menunggu persidangan – hukum)
- Await confirmation (menunggu konfirmasi)
Frasa dengan Wait
- Wait a moment (tunggu sebentar)
- Wait and see (tunggu dan lihat)
- Can’t wait (tidak sabar)
- Wait in line (antri)
- Wait up (tunggu – informal, biasanya untuk orang yang berjalan di depan)
- Wait around (menunggu tanpa melakukan apa-apa)
Perbedaan Await dan Wait for yang Lebih Halus
Await sering menyiratkan bahwa sesuatu akan terjadi setelah menunggu. Ada antisipasi.
- A promotion awaits you. (Promosi menanti Anda – Anda akan mendapatkannya, pasti)
Wait for lebih netral. Anda menunggu, belum tentu hasilnya.
- I am waiting for a promotion. (Saya menunggu promosi – belum tentu dapat)
Await untuk Benda Mati sebagai Subjek
Await bisa dipakai dengan subjek bukan manusia.
- A busy day awaits you. (Hari sibuk menanti Anda)
- Many surprises await tourists in Bali. (Banyak kejutan menanti turis di Bali)
Wait for juga bisa:
- A busy day waits for you. (Kurang alami, lebih baik awaits)
Jadi jika subjeknya benda atau konsep abstrak, await lebih alami.
Latihan 1: Pilih Wait atau Await
- “I will _ for you at the entrance.” → wait (percakapan, ada for)
- “We _ your decision.” → await (formal, langsung objek)
- “Please _ here until I call you.” → wait (tanpa objek, kata kerja intransitif)
- “The patient is _ surgery.” → awaiting (formal, medis, langsung objek)
- “She can’t _ to see the results.” → wait (frasa can’t wait)
- “The contract _ the CEO’s signature.” → awaits (formal, langsung objek)
- “I am _ for the bus.” → waiting (sehari-hari, ada for)
- “Many challenges _ us in the coming year.” → await (subjek benda abstrak, formal/sastra)
Latihan 2: Perbaiki Kalimat
- I am awaiting for your email. → I am awaiting your email. (hilangkan for) atau I am waiting for your email.
- She waits her turn patiently. → She waits for her turn patiently. (tambahkan for)
- We are awaiting. → We are waiting. (awal butuh objek) atau We are awaiting your response.
- The teacher awaits for the students to be quiet. → The teacher waits for the students to be quiet. atau The teacher awaits the students’ silence.
- I await the bus every morning. → Bisa benar secara tata bahasa, tapi terlalu formal. Lebih natural: I wait for the bus every morning.
Proyek Akhir
Tulis dua versi pesan yang sama: satu untuk teman (informal) dan satu untuk atasan (formal). Gunakan wait di versi informal, await di versi formal.
Versi 1 (ke teman):
Hey, I’m waiting for you at the café. Take your time. I’ll wait. Don’t worry. Can’t wait to hear about your interview!
Versi 2 (ke atasan via email):
Dear Mr. Budi, I am currently waiting for your confirmation before proceeding with the report. I await your decision and am happy to make any revisions needed. Thank you.
Periksa: versi 1 pakai wait for, wait, can’t wait. Versi 2 pakai waiting for dan await.
Wait adalah kata kerja intransitif: butuh for sebelum objek, bisa berdiri sendiri tanpa objek. Cocok untuk percakapan sehari-hari. Await adalah kata kerja transitif: langsung diikuti objek, tidak butuh for, tidak bisa berdiri sendiri. Cocok untuk tulisan formal, sastra, hukum, dan bisnis. Jangan tulis wait me (tambahkan for). Jangan tulis await for (hilangkan for). Jika ragu, pakai wait for.
Wait dan await bukanlah musuh. Hanya butuh satu kebiasaan: perhatikan apakah ada objek langsung setelah kata kerja. Jika ada, pakai await (tanpa for). Jika tidak ada, pakai wait (dengan for jika perlu menyebut objek).
Tes cepat:
- Saya menunggu keputusan → I await the decision.
- Saya menunggu → I am waiting.
- Saya menunggu dia → I am waiting for him.
Satu objek langsung, satu tanpa objek, satu pakai for. Tiga situasi, tiga rumus berbeda.
Sekarang buka catatan. Tulis tiga kalimat dengan wait, tiga dengan await, dan tiga dengan wait for. Baca keras-keras. Rasakan berat dan ringannya. Formalitas itu bisa didengar.