Cara berikut ini merupakan pengalaman pribadi dari Nala, seorang pengguna X yang membagikan materi belajarnya. The PEC hanya sebagai pengalih bahasa dan “perpanjangan tangan”; untuk pertanyaan dapat langsung menghubungi Nala, ya.
Sebenarnya, cara yang lebih ideal memang adalah belajar bersama tutor. Namun, tidak semua orang memiliki budget untuk mendaftar kursus. Kalau Anda memiliki kemampuan bahasa Inggris intermediate, belajar mandiri tanpa tutor bisa dilakukan dan kemungkinan mendapatkan hasil tes yang bagus juga bisa diraih. Namun, apabila kemampuan bahasa Inggris Anda masih beginner, sangat disarankan untuk belajar bahasa Inggris dengan tutor atau kursus online, ya.
Bagaimana cara memulai belajar untuk persiapan IELTS?
Pertama-tama, tentu saja dengan mencari tahu tes IELTS itu seperti apa. Bagaimana mekanismenya, skills apa saja yang diujikan, dan di mana kita dapat melakukan tes tersebut. Beberapa opsi kita dapat melakukan tes IELTS adalah di The British Council dan IDP. Dari kabar burung yang beredar, IDP lebih mudah (Sekali lagi, ini hanya desas-desus ya alias belum terbukti sendiri).
Apabila tingkatan bahasa Inggris Anda masih beginner, coba fokuslah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris Anda terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan mengambil tes IELTS. Anda dapat membuat diri Anda lebih familier dengan bahasa Inggris, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Atur bahasa Inggris sebagai bahasa utama di gawai Anda (termasuk saat memakai ATM, hehe).
- Cobalah mengonsumsi produk budaya yang berbahasa Inggris. Bisa kartun, serial, film, podcast, atau lainnya, yang bisa membantu perkembangan listening Anda. Apabila Anda termasuk orang yang mudah bosan dan memiliki attention span rendah, cobalah dari kartun terlebih dahulu (Nala merekomendasikan Bluey).
- Jangan takut untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris. Carilah rekan yang dapat membantu Anda dan tidak menghakimi kemampuan bahasa Inggris Anda. Tidak perlu malu berbicara, yang penting percaya diri dulu. Malu-malu berbicara akan membuat Anda jalan di tempat.
- Download aplikasi-aplikasi yang dapat membantu Anda belajar bahasa Inggris. Sejujurnya, Nala tidak melakukan hal ini sehingga tidak dapat merekomendasikan aplikasi apa yang bagus (Sebenarnya The PEC juga tidak merekomendasikan cara ini). Silakan melakukan riset mandiri untuk aplikasinya. Yang paling banyak digunakan: Duolingo.
- Mulailah menulis dalam bahasa Inggris! Bisa dicoba dengan menggunakan Google Docs untuk mendokumentasikan writing journey Anda. Anda juga bisa menggunakan aplikasi lain seperti aplikasi Notes pada gawai Anda, atau journaling dalam bentuk fisik. Menulis. Dengan tangan. Di buku tulis/jurnal. Menulis tentang apa? Apa saja. Anggap saja kembali ke zaman SD, ketika kita masih FOMO menulis diary. Yang lumayan sering minPEC lakukan adalah menulis sambatan atau rants.
- Membaca artikel-artikel atau buku berbahasa Inggris. Nala merekomendasikan The Little Prince (Le Petit Prince). Buku tersebut sederhana namun menarik. Jangan dulu baca Babel: An Arcane History dalam bahasa Inggris jika tidak ingin menangis (karena kesulitan, bukan karena sedih).
Berikut bagaimana Nala berhasil mendapatkan skor IELTS 7.5 selama 2 minggu belajar:
1. Speaking
- Latihan mandiri saja dulu jika tidak ada speaking partner-nya. Anda juga bisa mencoba untuk merekam tiap kali latihan, kemudian diputar kembali dan dievaluasi kurangnya di mana. Nala menggunakan situs ini untuk latihan IELTS Speaking Topics dan mencari Templates for IELTS Speaking.
- Tontonlah video-video speaking IELTS untuk mengetahui bagaimana tes sesungguhnya. Berikut Nala telah membuatkan playlist-nya.
- Cobalah untuk berbicara bahasa Inggris lebih banyak, terutama ketika sedang sendirian. Buatlah skenario-skenario palsu (T/N: aren’t we all already mastered this? lol) dan praktikkan dalam bahasa Inggris. Sebagai contoh, cobalah posisikan diri sebagai pembicara pada suatu acara/konferensi atau narasumber podcast. Berbicara (monolog cerita) tentang hal-hal sederhana juga bisa membantu, kok. Seperti bicara tentang bagaimana kerjaan hari ini, makan apa hari ini, atau dari mana asal/domisili Anda.
2. Listening
- Latihan. Memang klise, tapi ya kuncinya memang berlatih.
- Jawablah semua pertanyaan dengan HURUF KAPITAL. Jangan khawatir, jawaban tersebut tetap valid dan diakui.
- 100, 1000, atau bahkan 1.000.000 dianggap SATU angka.
- Sering-sering mencari bahan latihan di Internet. Apabila Anda memiliki buku panduan IELTS (terutama terbitan Cambridge), Anda dapat mencari listening audio lewat mesin pencari dengan kata kunci berikut:
“IELTS [insert series, 17 as an example] test [insert test number] listening audio”.
Example: “IELTS 17 test 4 listening audio”.
Situs rekomendasi Nala untuk listening audio - Cobalah menonton video berbahasa Inggris untuk meningkatkan listening skills Anda. Salah satunya ya tentu saja TED Talk. Berikut salah satu videonya:
- Saat tes, perhatikan betul baik rekaman dan pertanyaannya. Pastikan Anda tidak melewatkan satupun petunjuk soal yang diberikan. Salah satunya, apabila Anda bertemu jenis soal sentence completion, perhatikan kata kunci sebelum DAN sesudah blank space.

Untuk contoh soal di atas, perhatikan kata kunci sebelum blank space yaitu “surfaces” DAN setelah blank space yaitu “throughout the apartment” dan “cleaning shower, sinks, toilet”. Jawabannya kemungkinan besar ada di antara dua kata kunci tersebut.
Perlu diingat, pertanyaan-pertanyaan listening section itu berurutan. Pertanyaannya mengikuti rekaman suara, tidak diacak. Setelah mencari jawabannya, cobalah mencocokkan jawabannya DI DALAM blank space dan lihatlah apakah jawabannya membentuk kalimat yang masuk akal/koheren atau tidak. Pada dasarnya, cek apakah jawabannya sesuai dengan kalimatnya.
Kalaupun pakai jurus tebak-tebak buah manggis, pilihlah yang paling make sense.
- Jika diminta untuk memilih 2 jawaban untuk 2 pertanyaan, jawabannya bisa saja tidak berurutan dengan recordingnya. Contoh:

Di dalam recording nomor 21 dan 22, E disebut lebih awal daripada D. Untuk kasus ini, perhatikan dan baca seluruh pilihan (A-E) sambil mendengarkan recording agar tidak terlewat.
- BACA PETUNJUK MENYELESAIKAN SOAL DAN PERTANYAANNYA DENGAN TELITI. Jangan sampai membuat kesalahan hanya karena perintah di soal adalah “NO MORE THAN ONE WORD” tapi jawaban Anda terdiri dari dua kata. Secara otomatis jawabannya akan invalid.
- Gunakan buku IELTS Cambridge dengan tepat. Setelah mengerjakan soal, cocokkan jawabannya sambil melihat kunci jawaban, mendengarkan recording, dan membaca transkrip agar tahu di mana letak jawaban di recording dari pertanyaan yang salah.
3. Reading
- Gunakan buku IELTS Cambridge.
- JANGAN habiskan waktu untuk membaca bacaan di awal mengerjakan tes. Baca pertanyaan dulu, cari kata kunci dalam pertanyaan, baru cari kata kunci di dalam bacaan.
- JANGAN PUAS DENGAN KATA KUNCI PERTAMA DALAM BACAAN. Coba cari lagi di dalam bacaan, jangan terkecoh dengan kata kunci pertama karena terkadang ada kata kunci selanjutnya yang bisa jadi adalah jawaban yang benar.
- Jangan buang-buang waktu Anda berpikir dan stuck di satu pertanyaan. Kalau belum nemu jawabannya, lanjut saja dulu sambil cari jawaban dari pertanyaan yang lain. Nanti, lama-lama semua paragraf dalam bacaan akan terbaca dan akhirnya bisa menemukan jawaban dari pertanyaan yang dilewati tadi.
- TRUE/YES berarti statement pertanyaan sesuai dengan statement dalam bacaan.
- NOT GIVEN berarti tidak ada statement dalam pertanyaan di dalam bacaan.
- FALSE/NO berarti statement di pertanyaan BERLAWANAN dengan statement di dalam bacaan.
- Apabila Anda SELALU menjawab pertanyaan tipe T/F/NG atau Y/N/NG dengan “NOT GIVEN”, kemungkinan besar hampir semua jawaban Anda salah. Tidak ada seri jawaban T/F/NG atau Y/N/NG yang jawabannya NOT GIVEN semua.
4. Writing
- Perhatikan data dengan seksama. Alokasikan waktu untuk benar-benar membaca data dalam writing part 1.
- Pastikan tulisan Anda memenuhi word count 150-180 di WT1 dan 250-280 di WT2.
- Jangan memberikan asumsi pada WT1. WT1 adalah report, bukan essay. Tulis laporan sesuai dengan data. Jangan masukkan asumsi yang tidak ada di dalam data. Asumsi seperti ini sifatnya fatal karena akan termasuk penalti.
- Gunakan struktur Introduction (parafrase & overview), body, dan conclusion untuk WT1.
- Gunakan struktur Introduction (parafrase & thesis statement), body, dan conclusion untuk WT2. Thesis statement sesuai dengan pertanyaan.
Apabila diminta untuk memberikan opini (agree/disagree), bisa tulis “I agree/disagree that …”.
Kalau tidak diminta untuk memberikan agree/disagree, silakan lihat lagi permintaan di pertanyaan.
Contoh TST non agree/disagree: “in this essay, I will examine the causes of the problem and elaborate some solution”. - Body dalam WT2 mengandung kalimat utama, kalimat pendukung, dan examples/contoh. Contoh tidak harus berasal dari jurnal atau data konkrit, bisa juga dari kondisi nyata di sekitar kita atau pengalaman kita sendiri.
- Perhatikan spelling dan huruf kapital. Penulisan kata-kata yang diawali huruf kapital seperti bulan, hari, kota, dll harus diperhatikan. Misalnya, menulis “january” bukannya “January” akan mendapatkan pengurangan poin.
- Kadang, kendala terbesar saat writing adalah memulai. Jangan overthinking, coba aja tuliskan apa pun yang ada di dalam pikiran Anda. Setelah selesai, coba organisir ulang tulisan Anda dan sesuaikan dengan format penulisan IELTS (misalnya struktur intro-body-conclusion dan word count).
Semangat. I believe in you.
Nala (X – @northernattitud)