Kebanyakan pembelajar bahasa Inggris Indonesia menganggap guilt dan guilty sama. Keduanya diterjemahkan menjadi “bersalah”. Bisa tukar.
Tidak.
Guilt adalah kata benda (noun). Itu adalah perasaan atau fakta tentang melakukan kesalahan. Fokusnya: rasa bersalah itu sendiri, sebagai sebuah konsep atau emosi.
Guilty adalah kata sifat (adjective). Itu adalah keadaan merasa bersalah atau status seseorang yang terbukti bersalah. Fokusnya: orang yang memiliki rasa bersalah atau fakta hukum.
Salah pilih, Anda bilang “I am guilt” (saya adalah rasa bersalah? Seperti saya adalah monster abstrak) padahal maksud Anda “I am guilty” (saya merasa bersalah). Atau Anda bilang “The court proved his guilty” (salah, seharusnya guilt—karena pengadilan membuktikan rasa atau fakta bersalahnya, bukan keadaan orangnya).
Mari bedah.
Guilt: Kata Benda untuk Rasa atau Fakta Bersalah
Guilt adalah kata benda (noun) yang berarti rasa bersalah (emosi) atau kenyataan bahwa seseorang telah melakukan kesalahan atau kejahatan (fakta hukum/moral).
Ciri guilt:
- Bisa dihitung? Tidak (uncountable—kecuali dalam konteks sastra, jarang).
- Bisa menjadi subjek atau objek kalimat.
- Digunakan dalam frasa untuk emosi: a sense of guilt (rasa bersalah).
- Digunakan dalam frasa untuk hukum: admit guilt (mengakui kesalahan), prove guilt (membuktikan kesalahan).
Contoh (perasaan / emosi):
- She was overwhelmed by guilt after lying to her mother. (Dia diliputi rasa bersalah setelah berbohong pada ibunya.)
- I have a terrible sense of guilt about what I did. (Saya punya rasa bersalah yang luar biasa tentang apa yang saya lakukan.)
- The guilt is eating him alive. (Rasa bersalah itu menggerogotinya hidup-hidup — idiom.)
Contoh (fakta / hukum):
- The court must prove his guilt beyond a reasonable doubt. (Pengadilan harus membuktikan kesalahannya tanpa keraguan yang masuk akal.)
- He finally admitted his guilt to the police. (Dia akhirnya mengakui kesalahannya pada polisi.)
- The evidence points to her guilt. (Bukti-bukti mengarah pada kesalahannya.)
Preposisi yang sering menyertai guilt:
- Guilt about / over = rasa bersalah tentang (perasaan).
- I feel guilt about leaving her. (Saya merasa bersalah tentang meninggalkannya.)
- Guilt of = kesalahan dalam konteks hukum (jarang untuk emosi).
- The guilt of the accused was clear. (Kesalahan terdakwa jelas.)
Guilty: Kata Sifat untuk Orang atau Perasaan
Guilty adalah kata sifat (adjective) yang berarti merasa bersalah (emosi) atau terbukti/status bersalah (hukum).
Ciri guilty:
- Menjelaskan subjek (orang, atau kadang perbuatan).
- Harus dengan to be (I am guilty, He feels guilty).
- Bisa menjadi predikat (She is guilty) atau atribut (a guilty conscience).
- Berlawanan dengan innocent (tidak bersalah).
Contoh (perasaan / emosi):
- I feel guilty about eating the last piece of cake. (Saya merasa bersalah karena memakan potongan kue terakhir.)
- She has a guilty conscience. (Dia punya hati nurani yang bersalah.)
- You shouldn’t feel guilty for taking a break. (Kamu tidak seharusnya merasa bersalah untuk mengambil istirahat.)
Contoh (fakta / hukum):
- The jury found him guilty of murder. (Juri menyatakan dia bersalah atas pembunuhan.)
- She pleaded guilty to the charges. (Dia mengaku bersalah atas tuduhan tersebut.)
- They were guilty of fraud. (Mereka bersalah atas penipuan.)
Preposisi yang WAJIB diingat:
- Guilty of (untuk kesalahan atau kejahatan). WAJIB pakai of, bukan for.
- He is guilty of theft. (Dia bersalah atas pencurian.)
- ❌ He is guilty for theft. (SALAH — jangan tulis ini!)
- Guilty about (untuk perasaan bersalah dalam hati).
- I feel guilty about lying. (Saya merasa bersalah karena berbohong.)
Tabel Perbandingan
| Aspek | Guilt | Guilty |
|---|---|---|
| Jenis kata | Noun (kata benda) | Adjective (kata sifat) |
| Fungsi | Menyebut konsep/emosi/fakta | Mendeskripsikan orang atau perasaan |
| Apakah butuh to be? | Tidak (dia subjek/objek) | Ya (is, are, feel) |
| Contoh (emosi) | The guilt is overwhelming. | I feel guilty. |
| Contoh (hukum) | They proved his guilt. | He is guilty. |
| Preposisi | about, over, of | of, about |
| Lawan kata | Innocence (ketidakbersalahan) | Innocent (tidak bersalah) |
Hubungan dengan Kata Lain
| Kata | Jenis | Arti |
|---|---|---|
| Guilt | Noun | Rasa bersalah / fakta bersalah |
| Guilty | Adjective | Merasa/memiliki status bersalah |
| Guiltily | Adverb | Dengan perasaan bersalah (She looked guiltily at him.) |
| Guiltless | Adjective | Tanpa rasa bersalah / tidak bersalah (sinonim innocent) |
Kesalahan Umum
1. Guilt sebagai Kata Sifat untuk Orang (SALAH BESAR)
Salah: I am guilt.
Benar: I am guilty.
Benar: I feel guilt. (jika Anda fokus ke emosi sebagai objek — “Saya merasakan rasa bersalah”)
2. Guilty sebagai Kata Benda (Subjek)
Salah: The guilty was punished. (Secara tata bahasa, kurang tepat kecuali Anda memaknai “the guilty” sebagai kelompok orang bersalah—tapi terdengar kuno.)
Benar: The guilty person was punished. (pakai person)
Benar: The guilty party was punished.
Benar: His guilt was punished. (jika fokus ke kesalahannya)
3. Salah Preposisi: Guilty For (SANGAT UMUM DAN SALAH)
Salah: He is guilty for theft.
Benar: He is guilty of theft.
Catatan: Guilty about untuk perasaan, guilty of untuk fakta hukum/kesalahan.
4. Salah Preposisi untuk Rasa Bersalah
Salah: I have guilt of eating that.
Benar: I have guilt about eating that. atau I feel guilty about eating that.
5. Lupa Feel untuk Emosi (Lebih Natural)
Daripada I am guilty, jika Anda tidak terbukti di pengadilan, lebih natural bilang I feel guilty. I am guilty adalah pernyataan fakta hukum. I feel guilty adalah emosi.
Contoh dalam Satu Paragraf
He felt a deep sense of guilt after lying to his parents. He knew he was guilty of breaking their trust. The guilt kept him awake at night. Finally, he decided to confess. He said, “I feel guilty about what I did. I can’t live with this guilt anymore.” His father forgave him, and the guilt slowly disappeared.
Periksa:
- Sense of guilt → emosi (noun).
- Guilty of breaking → status orang (adjective + of).
- Guilt kept him awake → emosi (noun).
- Feel guilty about → perasaan (adjective + about).
- This guilt → emosi (noun).
Sinonim dan Kata Terkait
| Kata | Jenis | Arti |
|---|---|---|
| Guilt | Noun | Rasa bersalah (fokus emosi/hukum) |
| Remorse | Noun | Penyesalan (lebih mendalam, ada rasa menyesal) |
| Regret | Noun/Verb | Penyesalan (bisa karena pilihan, tidak selalu kesalahan moral) |
| Shame | Noun | Rasa malu (fokus ke citra diri, bukan hanya tindakan) |
| Culpability | Noun | Kesalahan (formal/hukum) |
| Blame | Noun/Verb | Menyalahkan |
Perbedaan halus:
- Guilt = rasa bersalah karena melakukan sesuatu yang salah.
- Remorse = penyesalan yang mendalam dan empati pada korban.
- Shame = merasa buruk tentang diri sendiri, bukan hanya tindakan.
- Regret = menyesal, tetapi belum tentu kesalahan moral (I regret not studying).
Frasa Penting
Dengan Guilt
| Frasa | Arti |
|---|---|
| Sense of guilt | Rasa bersalah |
| Admit guilt | Mengakui kesalahan |
| Prove guilt | Membuktikan kesalahan |
| Pangs of guilt | Rasa bersalah yang menusuk (tiba-tiba) |
| Guilt trip | Membuat orang lain merasa bersalah (manipulasi) |
Dengan Guilty
| Frasa | Arti |
|---|---|
| Feel guilty about | Merasa bersalah tentang |
| Guilty of | Bersalah atas (hukum) |
| Plead guilty | Mengaku bersalah (di pengadilan) |
| Find guilty | Menyatakan bersalah (vonis) |
| Guilty conscience | Hati nurani yang bersalah |
| Not guilty | Tidak bersalah (vonis) |
| The guilty party | Pihak yang bersalah (orang/pihak) |
Perbedaan Hukum: Plead guilty vs Plead not guilty
Dalam konteks pengadilan:
- Plead guilty = mengaku bersalah (langsung menerima hukuman).
- Plead not guilty = mengaku tidak bersalah (akan diadili).
Latihan: Pilih Guilt atau Guilty
- “She was overcome with _____ after cheating on the test.” → guilt (perasaan sebagai benda/subjek)
- “The court found him _____ of murder.” → guilty (kata sifat + of)
- “I feel _____ for not calling you.” → guilty (merasa bersalah)
- “The _____ is clearly visible in his face.” → guilt (subjek kalimat, noun)
- “He admitted his _____ to the priest.” → guilt (objek, noun)
- “Don’t make me feel _____ about enjoying my holiday.” → guilty (feel + adjective)
- “The prosecution failed to prove his _____.” → guilt (noun, objek)
- “She looked _____. I think she did it.” → guilty (look + adjective)
Proyek Akhir
Tulis 2 paragraf pendek:
- Ceritakan tentang seseorang yang merasa bersalah secara emosional (pakai guilt dan guilty).
- Ceritakan tentang kasus hukum atau vonis (pakai guilt dan guilty).
Contoh:
My friend borrowed my camera and broke it. He was very quiet that day. I could see the guilt in his eyes. He finally said, “I feel guilty about breaking your camera.” I forgave him because his guilt was enough punishment.
In the courtroom, the jury had to decide the defendant’s guilt. The evidence was strong. After three hours, they announced the verdict. They found him guilty of fraud. His guilt was proven beyond any doubt.
Guilt adalah kata benda —rasa bersalah atau fakta bersalah (a feeling of guilt). Guilty adalah kata sifat —keadaan merasa bersalah atau status bersalah (He is guilty). Jangan bilang I am guilt (salah). Jangan bilang He is guilty for fraud (salah, pakai of). Jika berbicara tentang perasaan, pakai feel guilty about. Jika berbicara tentang hukum, pakai guilty of dan prove guilt. Pilih sesuai fungsi tata bahasa: benda vs sifat, emosi vs status.
Besok, saat Anda merasa bersalah, katakan I feel guilty (bukan I am guilt). Saat Anda berbicara tentang hukum, katakan His guilt is clear (bukan His guilty is clear). Satu huruf beda, satu fungsi tata bahasa beda.
Sekarang buka catatan. Tulis 3 alasan Anda merasa guilty dan 1 kasus di mana seseorang harus membuktikan guilt. Baca keras-keras. Bedanya ada di fungsi kata.