Spoken texts adalah teks yang disampaikan secara lisan, misalnya dalam presentasi, pidato, atau ceramah. Walaupun banyak aturan yang sama dengan tulisan, teks lisan memiliki beberapa perbedaan penting karena pendengar tidak dapat membaca ulang seperti pembaca.
Oleh karena itu, bahasa dalam spoken texts harus lebih sederhana dan mudah dipahami.
Perbedaan antara Spoken Text dan Written Text
Secara umum, aturan dasar bahasa tetap sama untuk teks lisan maupun tulisan. Namun, ada beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan dalam komunikasi lisan.
Beberapa aturan dasar yang berlaku untuk keduanya:
- gunakan bahasa yang sederhana
- buat subordinate clause tetap pendek
- gunakan verb lebih sering daripada noun
- hindari slang dan bahasa teknis yang terlalu sulit
Contoh:
Kurang baik:
The meaning of this is that the results are different.
Lebih baik:
This means that the results are different.
Dalam spoken text, kalimat yang terlalu panjang dapat membuat pendengar sulit mengikuti penjelasan.
Gunakan Kalimat Pendek dan Sederhana
Pendengar tidak bisa memproses informasi sebanyak pembaca. Oleh karena itu, saat berbicara:
- gunakan kalimat pendek
- gunakan struktur kalimat sederhana
- hindari kalimat yang terlalu kompleks
Selain itu, hindari participial constructions karena bentuk ini sering membuat kalimat terlalu padat dan sulit dipahami dalam komunikasi lisan.
Menarik Perhatian Pendengar
Mendengarkan presentasi atau ceramah terkadang tidak mudah. Seorang pembicara harus berusaha menjaga perhatian audiens.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
Berbicara dengan jelas dan perlahan
Gunakan:
- kata yang sederhana
- kalimat pendek
- tempo bicara yang jelas
Beri jeda saat berbicara
Berikan jeda singkat antar kalimat agar audiens memiliki waktu untuk memahami informasi yang baru saja disampaikan.
Jangan membaca teks sepenuhnya
Usahakan berbicara secara alami tanpa membaca seluruh teks dari kertas. Hal ini membuat komunikasi terasa lebih hidup.
Jelaskan Struktur Presentasi
Pendengar akan lebih mudah mengikuti presentasi jika mereka mengetahui struktur pembahasan.
Contoh frasa yang sering digunakan:
I will first explain ...
Then I will ...
After that ...
Finally ...
Untuk berpindah topik:
I will now talk about ...
Dengan cara ini, audiens dapat mengikuti alur presentasi dengan lebih mudah.
Gunakan Visual seperti Gambar atau Grafik
Visual seperti:
- gambar
- grafik
- diagram
dapat membantu menjelaskan ide dengan lebih jelas dan menarik perhatian audiens.
Gunakan Rhetorical Techniques
Beberapa teknik retorika dapat membantu membuat presentasi lebih menarik.
Contohnya:
- rhetorical question
- hypophora
- enumeration (first, second, third)
Teknik ini membuat pendengar lebih fokus pada apa yang disampaikan.
Gunakan Stylistic Devices dengan Bijak
Beberapa stylistic devices yang sering digunakan dalam spoken texts antara lain:
- alliteration
- allusion
- anaphora
- antithesis
- hyperbole
- hypophora
- metaphor
- rhetorical question
- simile
Teknik ini dapat membuat pidato atau presentasi lebih menarik. Namun penggunaannya harus sesuai konteks dan tidak berlebihan.
Gunakan Humor atau Kutipan Secara Terbatas
Kadang-kadang joke atau quotation dapat membantu menarik perhatian audiens. Namun jangan terlalu sering menggunakannya karena dapat mengganggu fokus presentasi.
Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami
Hal yang paling penting dalam spoken text adalah memastikan audiens dapat mengikuti apa yang Anda sampaikan.
Hindari:
- kalimat yang terlalu kompleks
- kosakata yang terlalu sulit
Gunakan bahasa yang jelas dan sederhana agar pesan dapat dipahami dengan mudah oleh pendengar.