Come dan Go: Aturan Arah yang Sering Salah

Anda berdiri di kantor. Teman menelepon dari rumah. Dia bertanya, “Can I come to your office?” Anda menjawab, “Yes, please come.” Lima menit kemudian, bos Anda mengirim pesan, “Please go to the client’s site.” Dua kata kerja ini, come dan go, menentukan posisi Anda relatif terhadap pembicara atau pendengar. Kesalahan memilih satu dari keduanya membuat percakapan terasa asing atau membingungkan.

Aturan dasarnya sederhana namun sering dilanggar. Come berarti bergerak menuju lokasi pembicara atau pendengar. Go berarti bergerak menjauh dari lokasi pembicara atau pendengar menuju tempat lain. Titik referensi selalu orang, bukan tempat geografis.

Come: Gerakan Menuju Titik Referensi

Come menuntut kehadiran. Seseorang harus berada di titik tujuan agar gerakan tersebut disebut come. Titik referensi bisa berupa pembicara, pendengar, atau lokasi yang sedang dibicarakan sebagai fokus bersama.

Pembicara sebagai titik referensi:
Anda berada di rumah. Anak Anda bermain di taman. Anda berteriak, “Come here!” Anak Anda bergerak menuju posisi Anda. Jika anak Anda berkata kepada temannya, “My mom asked me to come home,” dia menggunakan come karena rumah adalah lokasi pembicara (ibu) saat kalimat asli diucapkan.

Pendengar sebagai titik referensi:
Teman Anda berada di kafe. Dia mengirim pesan, “I’m at the cafe. Can you come?” Anda bergerak menuju lokasi pendengar. Dalam bahasa Indonesia, Anda mungkin berkata “Saya datang ke sana.” Dalam bahasa Inggris, come tetap berlaku karena gerakan Anda menuju titik di mana pendengar berada.

Lokasi netral yang menjadi fokus bersama:
Dua rekan kerja merencanakan rapat di ruang konferensi. Salah satu berkata, “Let’s meet at 3 PM. Can you come by then?” Ruang konferensi bukan lokasi pembicara atau pendengar saat kalimat diucapkan. Namun, ruang tersebut menjadi titik referensi bersama karena kedua pihak sepakat bertemu di sana. Come berlaku.

Undangan dan permintaan:
“Would you like to come to my wedding?” Pernikahan terjadi di masa depan. Lokasi pernikahan belum ditempati oleh pembicara atau pendengar saat undangan dikirim. Namun, pernikahan adalah acara yang melibatkan pembicara sebagai tuan rumah. Kehadiran pembicara di masa depan menjadikan lokasi tersebut titik referensi valid untuk come.

Go: Gerakan Menjauh dari Titik Referensi

Go menuntut ketiadaan. Tidak ada pihak yang berada di titik tujuan saat kalimat diucapkan. Gerakan tersebut meninggalkan posisi saat ini menuju lokasi yang tidak terkait dengan pembicara atau pendengar.

Gerakan menjauh dari pembicara:
Anda berada di kantor. Rekan kerja Anda pulang. Anda berkata, “She went home.” Rumah rekan kerja bukan lokasi Anda. Gerakan tersebut menjauh dari posisi Anda.

Gerakan menjauh dari pendengar:
Teman Anda bertanya, “Where are you going this weekend?” Anda menjawab, “I’m going to Bali.” Bali bukan lokasi teman Anda. Bukan juga lokasi Anda saat ini. Gerakan tersebut menuju titik ketiga yang netral.

Perjalanan rutin atau habitual:
“I go to the gym every morning.” Gym bukan lokasi pembicara atau pendengar saat kalimat diucapkan. Ini adalah pola gerakan berulang menuju titik netral. Go adalah pilihan tepat.

Narasi masa lalu tanpa keterlibatan pendengar:
“Dia pergi ke pasar kemarin.” Terjemahan: “She went to the market yesterday.” Pasar bukan lokasi Anda atau pendengar saat cerita disampaikan. Went (bentuk lampau go) digunakan. Jika Anda berkata “She came to the market yesterday,” itu menyiratkan Anda juga berada di pasar kemarin atau pasar adalah titik referensi bersama yang relevan dengan pendengar.

Titik Referensi yang Berubah

Konteks percakapan menggeser titik referensi. Kata yang sama bisa berubah tergantung siapa yang berbicara dan di mana mereka berada.

Skenario: Anda dan teman berencana makan malam di restoran X.

  • Anda mengirim pesan dari rumah: “Are you coming to the restaurant?” Restoran adalah titik referensi bersama karena kalian sepakat bertemu di sana. Coming benar.
  • Teman membalas dari kantornya: “Yes, I’m coming.” Dia bergerak menuju titik referensi bersama. Coming benar.
  • Teman kemudian mengirim pesan lagi: “Actually, I have to go to the bank first.” Bank bukan titik referensi bersama. Bukan lokasi Anda. Bukan lokasi restoran. Go benar.
  • Anda membalas: “Okay, come to the restaurant after that.” Kembali ke titik referensi bersama. Come benar.

Perhatikan bagaimana come dan go berganti dalam empat kalimat berdasarkan pergeseran fokus lokasi. Titik referensi bukan properti tetap dari sebuah tempat. Titik referensi adalah kesepakatan implisit antara pembicara dan pendengar tentang di mana perhatian mereka tertuju.

Kesalahan Umum dan Koreksi

Salah: “I will come to Bali next month.” (Diucapkan kepada teman yang tinggal di Jakarta, sementara Anda tinggal di Bandung.)
Benar: “I will go to Bali next month.” Bali bukan lokasi pembicara atau pendengar. Tidak ada rencana bertemu di sana. Go adalah pilihan tepat.

Salah: “Can I go to your house?” (Diucapkan kepada teman yang sedang berada di rumahnya.)
Benar: “Can I come to your house?” Teman Anda berada di titik tujuan. Gerakan Anda menuju lokasinya. Come berlaku.

Salah: “She came to the airport yesterday.” (Diceritakan kepada seseorang yang tidak berada di bandara kemarin dan tidak memiliki keterkaitan dengan bandara.)
Benar: “She went to the airport yesterday.” Bandara adalah titik netral dalam narasi ini. Kecuali pendengar juga berada di bandara kemarin atau bandara adalah topik sentral yang melibatkan kedua pihak, went lebih akurat.

Salah: “Are you going to the party tonight?” (Ditanyakan kepada seseorang yang akan menghadiri pesta yang sama dengan Anda.)
Benar: “Are you coming to the party tonight?” Pesta adalah titik referensi bersama karena kalian berdua akan hadir. Coming mencerminkan keterlibatan bersama.

Frasa Tetap dan Pengecualian

Beberapa frasa menggunakan come atau go secara idiomatis. Aturan arah tidak berlaku di sini. Makna ditentukan oleh konvensi, bukan logika spasial.

  • Come true: Mimpi atau harapan terwujud. “Her dream came true.” Tidak ada gerakan fisik.
  • Come across: Menemukan sesuatu secara tidak sengaja atau memberi kesan tertentu. “I came across an old photo.” / “He comes across as confident.”
  • Come up with: Menghasilkan ide atau solusi. “She came up with a brilliant plan.”
  • Go wrong: Sesuatu gagal atau bermasalah. “Everything went wrong.”
  • Go ahead: Memberi izin atau melanjutkan. “Go ahead, I’ll follow.”
  • Go on: Melanjutkan atau terjadi. “What’s going on?” / “Please go on.”
  • Go over: Memeriksa atau meninjau. “Let’s go over the details.”

Frasa-frasa ini harus dihafal sebagai satuan makna. Mencoba menerapkan aturan arah pada come true atau go wrong hanya menghasilkan kebingungan.

Latihan Kontekstual

Uji pemahaman Anda dengan skenario berikut. Tentukan apakah come atau go lebih tepat.

  1. Anda berada di supermarket. Pasangan Anda menelepon dari rumah. Dia bertanya, “Can you _ to the pharmacy on your way back?”
  2. Rekan kerja Anda mengirim email dari meja sebelah: “Can you _ to my desk for a minute?”
  3. Anda menceritakan liburan tahun lalu kepada teman yang tidak ikut: “We _ to Kyoto and Osaka.”
  4. Teman Anda tinggal di Surabaya. Anda tinggal di Semarang. Kalian berencana bertemu di Yogyakarta. Teman Anda menulis, “I’ll _ to Yogya on Friday.”
  5. Ibu Anda menelepon saat Anda masih di kampus: “When are you _ home?”

Jawaban:

  1. Go. Farmasi bukan lokasi pasangan Anda. Bukan lokasi Anda saat ini. Titik netral.
  2. Come. Meja rekan kerja adalah lokasi pendengar. Gerakan menuju pendengar.
  3. Went. Kyoto dan Osaka adalah titik netral dalam narasi masa lalu. Pendengar tidak terlibat.
  4. Come. Yogyakarta adalah titik referensi bersama karena kalian sepakat bertemu di sana.
  5. Coming. Rumah adalah lokasi pembicara (ibu). Gerakan menuju pembicara.

Memilih Kata dengan Sadar

Come dan go bukan sekadar sinonim untuk “datang” dan “pergi.” Keduanya adalah alat navigasi sosial yang menempatkan Anda dan lawan bicara dalam ruang bersama. Setiap kali Anda memilih salah satu, Anda menegaskan hubungan spasial dan relasional dengan pendengar.

Latih kesadaran ini dalam percakapan sehari-hari. Sebelum mengucapkan come atau go, tanyakan: Di mana saya? Di mana pendengar? Ke mana gerakan ini tertuju? Apakah ada titik referensi bersama? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini menentukan kata yang tepat. Kebiasaan ini menghilangkan kecanggungan dan membuat bahasa Inggris Anda terdengar natural, bukan terjemahan mekanis dari bahasa ibu.

Scroll to Top