Subjunctive dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Rumus, dan Contoh Penggunaan

Ketika belajar grammar bahasa Inggris, kebanyakan orang jarang menemukan topik subjunctive. Struktur ini memang tidak terlalu dominan dalam bahasa Inggris modern. Namun dalam teks formal, akademik, atau gaya bahasa tertentu—terutama dalam American English—subjunctive masih digunakan.

Banyak pelajar sebenarnya pernah melihat bentuk ini tanpa menyadarinya. Contoh paling terkenal adalah kalimat:

If I were you...

Bentuk were di sini bukan kesalahan grammar. Itu adalah contoh penggunaan subjunctive mood.

Artikel ini membahas secara lengkap:

  • pengertian subjunctive
  • bentuk dasar subjunctive
  • penggunaan dalam ekspresi tetap
  • penggunaan setelah kata kerja tertentu
  • subjunctive untuk menyatakan harapan atau situasi tidak nyata

Pengertian Subjunctive

Subjunctive adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan:

  • keinginan
  • saran
  • tuntutan
  • kemungkinan yang tidak nyata
  • situasi hipotetis

Dalam banyak kasus, bentuk subjunctive terlihat sama dengan bentuk indicative (bentuk normal kalimat). Karena itu, sering kali kita tidak langsung menyadari bahwa sebuah kalimat menggunakan subjunctive.

Perhatikan contoh berikut:

They suggest that he leave early.

Kata leave tidak berubah menjadi leaves walaupun subject-nya he. Ini adalah tanda bahwa kalimat tersebut menggunakan subjunctive.


Bentuk Subjunctive dalam Bahasa Inggris

Subjunctive memiliki beberapa ciri utama.

1. Tidak ada tambahan “-s” pada orang ketiga

Dalam present tense normal, verb biasanya berubah untuk subject orang ketiga.

Contoh indicative:

He works every day.

Namun dalam subjunctive, bentuk verb tetap dasar.

They suggest that he work harder.

Verb work tidak berubah menjadi works.


2. Verb “be” tetap “be” dalam present tense

Dalam subjunctive present tense, verb be selalu berbentuk be untuk semua subject.

Contoh:

It is important that he be present.

Kalimat ini terdengar formal, tetapi benar secara grammar.


3. Bentuk past subjunctive menggunakan “were”

Dalam situasi hipotetis atau tidak nyata, bentuk subjunctive sering menggunakan were untuk semua subject.

Contoh:

I wish I were taller.

Bentuk ini juga muncul dalam conditional sentences type II.

If I were you, I would accept the offer.

Subjunctive dalam Ekspresi Tetap

Beberapa ungkapan bahasa Inggris menggunakan subjunctive secara tetap. Ungkapan ini sering muncul dalam konteks formal atau sastra.

Contoh:

God save the Queen.
Long live the King.
Thy will be done.
Be that as it may.

Dalam ungkapan tersebut, bentuk verb tidak mengikuti aturan biasa.


Mandative Subjunctive

Mandative subjunctive digunakan ketika seseorang menuntut, menyarankan, atau menganggap sesuatu penting untuk dilakukan.

Struktur yang sering digunakan:

Subject + verb/adjective + that + subject + base verb

Kata kerja yang sering memicu bentuk ini antara lain:

  • demand
  • insist
  • recommend
  • suggest

Contoh:

People demand that the troops be withdrawn.
The teacher suggested that he study harder.

Selain kata kerja, beberapa adjective juga sering digunakan.

Contoh:

  • essential
  • important
  • vital

Kalimat contoh:

It is important that everyone register.

Alternatif yang Lebih Umum

Karena subjunctive terdengar formal, banyak penutur bahasa Inggris menggunakan bentuk lain.

Contoh:

People demand that the troops should be withdrawn.

atau

People demand that the troops are withdrawn.

Ketiga bentuk tersebut masih dianggap benar, meskipun tingkat formalitasnya berbeda.


Perbedaan Subjunctive dan Indicative

Perbedaan antara subjunctive dan indicative bisa mengubah makna kalimat.

Perhatikan contoh berikut.

Subjunctive:

She insisted that he be present.

Artinya: dia menghendaki agar dia hadir.

Indicative:

She insisted that he was present.

Artinya: dia menyatakan fakta bahwa dia memang hadir.

Perbedaannya cukup signifikan.


Subjunctive untuk Harapan atau Keinginan

Subjunctive juga digunakan untuk menyatakan keinginan yang tidak nyata atau sulit terjadi.

Contoh:

I wish I had a million dollars.

Kalimat ini menunjukkan keinginan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Contoh lain:

I wish I were a millionaire.

Bentuk were digunakan untuk semua subject dalam situasi hipotetis.


Subjunctive dalam Kalimat Negatif

Dalam subjunctive, bentuk negatif tidak menggunakan auxiliary “do”.

Contoh:

She insisted that he not be present.

Bukan:

She insisted that he did not be present.

Contoh Kalimat Subjunctive

Berikut beberapa contoh tambahan untuk membantu memahami penggunaannya.

The doctor recommends that he rest for a few days.
It is essential that every student submit the form.
I wish I were better at math.
If I were you, I would start earlier.

Contoh-contoh tersebut menunjukkan berbagai situasi penggunaan subjunctive.


Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa pelajar sering membuat kesalahan berikut.

Mengubah verb menjadi bentuk orang ketiga

Contoh salah:

They suggest that he studies harder.

Bentuk yang benar:

They suggest that he study harder.

Menggunakan “was” dalam situasi hipotetis

Contoh salah:

If I was you, I would apologize.

Bentuk yang lebih tepat:

If I were you, I would apologize.

FAQ Subjunctive

Apa itu subjunctive dalam bahasa Inggris?

Subjunctive adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan harapan, saran, tuntutan, atau situasi hipotetis.

Apakah subjunctive masih sering digunakan?

Dalam percakapan sehari-hari penggunaannya terbatas, tetapi masih umum dalam bahasa formal, tulisan akademik, dan American English.

Mengapa digunakan “If I were you”?

Bentuk were menunjukkan bahwa situasi tersebut tidak nyata atau hanya hipotetis.

Apa perbedaan subjunctive dan indicative?

Indicative digunakan untuk menyatakan fakta, sedangkan subjunctive digunakan untuk keinginan, saran, atau kemungkinan yang tidak nyata.


Jika Anda sering membaca teks bahasa Inggris formal atau akademik, memahami subjunctive akan membantu mengenali nuansa makna yang tidak selalu terlihat dalam struktur grammar biasa.

Scroll to Top